Ekowisata Kampung Organik Brenjonk

oleh Nurul DR Efendi

2017-03-21 13:18:26   |  Dibaca 660 kali

Kampung Organik Brenjonk, yang secara administratif masuk  wilayah Desa Penanggungan Kecamatan Trawas Kabupaten Mojokerto telah lama dikenal sebagai penghasil buah dan sayur organik. Akan tetapi secara organisasi kegiatan utama Kampung Organik Brenjonk adalah membuat dan menyosialisasikan  gerakan pertanian dengan sistem organik, yaitu budidaya pertanian yang dilakukan secara ekologis, menggunakan pupuk dan pestisida alami, mengedepankan keragamam (biodiversity) dan menjamin keberlanjutan (sustainability). “Setiap bulan Kampung Organik Brenjonk mampu memproduksi lima ton pupuk organik yang diproduksi dari sampah organik penduduk sekitar. Setiap penduduk mampu menjual 20-50 sak sampah daun dan kotoran ternak per bulannya,”jelas Kades Penanggungan Jumaíyah.

Perempuan berhijab tersebut sangan optimis juka Desa Penanggungan mempunyai prospek kuat sebagai jujukan wisata. “Ada 50 rumah yang berpotensi untuk dijadikan homestay. Adik-adik mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi sering melakukan studi banding dan kerja lapangandi sini. Kita ingin support dari Pemerintah Kabupaten Mojokerto, agar wisata di Trawas khususnya Kampung Organik Brenjong menjadi maja, Tambah Jumaíyah.

Inisiator Kampung Organik Brenjong, Slamet menuturkan bahwa petani  Brenjonk telah menurunkan asupan pupuk kimia dan penggunaan pestisida pada tanaman pangan. “Kami telah mengajak penduduk untuk membangun Rumah Sayur Organik (RSO) ukuran 5x10 meter di lahan kosong lereng Gunung Penanggungan dan Gunung Welirang. Brenjonk telah mendampingi 117 petani dan ibu rumah tangga dalam mengolah RSO. Dari sini, tambahan penghasilan dapat diraih hingga lebih dari Rp. 500 ribu per bulan. Sedangkan produk sayuran organik kami pasarkan di beberapa supermarket di Surabaya dan Malang,” tambahnya.

Bupati Mojokerto Mustofa Kamal Pasa mengapresiasi kejeniusan Kampung Organik Brenjong ini. Orang nomor satu di Kabupaten Mojokerto salut atas diraihnya sertifikat organik dari Penjaminan Mutu Organik (PAMOR) dari setiap produk yang dihasilkan Kampung Organik Brenjonk. “Kami dari Pemkab Mojokerto akan mensupport penuh pengembangan ekowisata Trawas ini. Melalui APBD, pembangunan infrastruktur jalan pendukung bisa kita lebarkan 5-6 meter untuk mengatasi problem tidak ter-cover-nya pengunjung yang mencapai 3000 orang er tahun. Saya minta Bu Kades dan perangkat untuk membuat list dan proposal segera, petakan dan catat kebutuhan apa saja yang diperlukan,”terang bupati.

Kampung Organik Brenjonk yang telah mendapat apresiasi program Community Base Initiative (CBI) Ashoka tahun 2007 juga menawarkan pakaet-paket wisata bervariasi, antara lain Wisata Susur Kampung Organik, Andai Aku Jadi Petani, Kuliner Organik, Wisata Herbal Organik, Wisata Rumah Sayur Organik, Pengolahan Pupuk Organik, Wisata Buah Lokal, Wisata Budaya dan Wisata Energi Terbarukan (Biogas)