Memulai Diet Keto, Bagaimana Caranya?

oleh Nurul DR Efendi

2017-08-30 11:43:45   |  Dibaca 98 kali

Memulai Diet Ketogenic, Bagaimana Caranya?

Apa Anda pernah gagal menjalankan program diet? Merasa tersiksa akan rasa lapar?
Atau Anda mencari solusi atas masalah diabetes, kanker, asam lambung, hormonal, dan berbagai masalah kesehatan lainnya dengan cara alternatif?

Program diet pada umumnya hanya membatasi makanan yang membuat Anda merasa kenyang dan merekomendasikan makanan alternatif yang membuat ketergantungan. Jika Anda mau mencoba sebuah alternatif pola hidup yang menjaga tubuh dan tentunya emosi terkendali, gaya ketogenik mungkin jawabannya.

Diet ketogenic, atau juga disebut “keto”, sebenarnya pola makan lama, tapi kini menjadi sangat populer. “Diet ketogenic awalnya terlihat seperti hanya menghindari gula, tapi kenyataannya pola sesungguhnya adalah konsumsi lemak tinggi dan menghindari berbagai jenis karbohidrat yang memicu glukosa tinggi di dalam darah. Sehingga harapannya kalori harian didapat 70-75% dari lemak, 20% dari protein, dan 5% dari karbohidrat.

Pola makan rendah karbo lainnya sepeti paleo, atskin, maupun banyak lagi lainnya sudah bisa Anda rasakan manfaatnya. Dengan membatasi ketat asupan nasi, roti, mie, gula, tepung, dan karbohidrat olahan akan menurunkan risiko diabetes tipe 2 hingga serta menurunkan risiko penyakit jantung.

Uniknya dalan diet keto ini, Anda tidak lagi perlu menghitung kalori. Tidak perlu membeli produk khusus seperti pil ataupun shake. Tidak perlu terapi khusus. Hanya mengatur makan saja!

Penasaran Ingin tahu lebih Jauh?

Yuk pelajari hal-hal yang perlu Anda ketahui tentang diet ketogenik, termasuk pembuktian riset-riset terbaru untuk memudahkan memutuskan apakah cara ini tepat untuk mencapai tujuan Anda.

Prinsip Kerja Diet Ketogenic

Pola makan rendah karbo dan tinggi lemak (LCHF : Low Carb High Fat) banyak sekali alirannya. Prinsipnya adalah setiap sel dalam tubuh kita dapat menggunakan dua sumber bahan bakar, glukosa (gula) dan keton (lemak). Target dari diet keto adalah membatasi karbohidrat sehingga tubuh mampu beralih menggunakan lemak sebagai bahan bakar utama. Konsumsi makanan tinggi lemak dan menghindari karbohidrat akan menempatkan tubuh Anda dalam metabolisme keton yang disebut ketosis.

 

Pasti Anda bertanya : Apakah makan lemak itu baik? Semua ilmu terbaru telah mengungkapkan dan menunjukkan bahwa lemak itu baik. Lemak dan protein adalah essensial bagi tubuh. Penting bagi Anda meminimalkan asupan gula dan karbo yang memicu glokosa dalam darah. Ketika ada glukosa, tubuh akan menggunakan glukosa (fat storage), ketika tidak ada glukosa, tubuh akan menggunakan keton (fat burner)

Diet Keto Bisa Makan Apa Saja ?

“Gaya hidup ketogenic semaksimal mungkin menggunakan “real food” dengan rasio lemak tinggi, protein menengah, dan minim karbo. Ini akan membuat Anda cenderung merasa kenyang lebih lama, padat kalori, sehingga nutrisi yang Anda butuhkan lebih sedikit dari kebutuhan harian. Makan 1-2x sudah cukup.Anda bisa memilih sarapan atau tidak. Program intermittent fasting / fastosis / OCD bisa membantu Anda masuk ke kondisi ketosis lebih cepat.

Jika berat badan normal atau underweight bisa sarapan sederhana dengan 1-2 telur dengan sedikit daging sapi.

Makan: Daging sapi, kambing, ayam, bebek, ikan, telur, keju dan lemak alami (minyak kelapa/VCO, Cacao fat, zaitun)

Sayur: bukan makanan utama, tapi bisa mengkonsumsi sedikit serat dari sayur hijau, jamur, timun.

Buah : Untuk buah bisa konsumsi terbatas dari alpokat dan kelapa.

Minuman: Kopi, the, air putih

Snack : beberapa jenis kacang bisa dikonsumsi terbatas, agar-agar

Hindari: Semua jenis beras, gandum, gula, makanan bertepung, dan pati (kentang, singkong, jagung).
Buah manis seperti pisang, mangga, nanas hindari dulu. Segala jenis minuman kemasan sebaiknya dihindari karena mangandung gula yang sangat tinggi.

Makan saat Anda lapar, berhenti sebelum kenyang. Anda tidak perlu menghitung kalori atau menimbang makanan Anda kok. Lupakan semua jenis makanan rendah lemak. Ketika Anda menghindari gula dan karbo, kadar gula darah Anda stabil dan insulin, hormon penyimpan lemak, tidak akan keluar. Hal ini meningkatkan pembakaran lemak dan membuat Anda merasa lebih kenyang.

Membuat menu makan rendah karbo memang cukup menantang di dunia yang penuh gula ini. Tapi akan sederhana dengan mengikuti “Tantangan Keto 2 minggu”. Progam, menu, daftar belanja bisa Anda dapatkan GRATIS!

Sampai Berapa Lama Diet Keto?

Tujuan diet keto berbeda dengan diet kebanyakan yang membatasi kalori. Diet ketogenic fokus pada perubahan metabolisme dari glukosa ke keton. Semakin sedikit konsumsi karbohidrat yang dimakan, maka semakin cepat Anda menujus ketosis. Jika Anda ingin mendapatkan hasil maksimal, baiknya lakukan dengan ketat, dan maksimalkan dengan fastosis atau intermittent fasting. Jika berat badan ideal dan tidak ada masalah kesehatan, Anda relatif lebih bebas (konsumsi 50-100 gram karbo).

Haruskah Diet Keto Seumur Hidup? Pada prinsipnya kembali ke tujuan Anda. Ketika kita konsumsi gula atau karbo, tubuh kita akan secara otomatis menggunakan glukosa sebagai bahan bakar. Simpel.

Perubahan seperti apa yang akan anda rasakan?

1-2 minggu di awal adalah tantangan berat. Tubuh Anda akan belajar beradaptasi bagaimana menggunakan lemak untuk bahan bakar. Kondisi masing-masing orang berbeda untuk mencapai ketosis. Bisa 3-4 hari, tapi bisa juga sampai 3-4 minggu. Biasanya orang akan terserang “flu keto” dimana merasa lemah, nyeri otot, perasaan galau, hal tersebut terjadi karena pengurasan glikogen serta tubuh “ketagihan gula”. Di masa yang dikenal sebagai fase induksi ini konsumsi air yang cukup, elektrolit, dan virgin coconut oil untuk membantu memastikan tubuhnya kecukupan nutrisi yang dibutuhkan.

Beberapa ahli mengatakan tentang efek samping tersebut juga merupakan proses detox dan resetting tubuh yang bermanfaat untuk jangka panjang. Diet keto bisa membantu mengurangi rasa lapar, mencegah konsumsi berlebihan dan juga meningkatkan penurunan berat badan melalui efek hormonal.

Sudah Siap Untuk Mencoba?

Keputusan 100% ditangan Anda. Kini diet ketogenik semakin populer, mungkin selama ini banyak ahli nutrisi meminta kita menghindari makanan tertentu tanpa alasan yang kuat. Ketika mulai diet keto mungkin akan ada perubahan tubuh yang akan Anda rasakan, bisa positif, bisa negatif. Sehingga sebaiknya miliki mentor atau coach. Bergabunglah di komunitas facebook ataupun whatsapp.

Jika Anda tidak siap untuk langsung mengubah diet Anda, bisa juga mulai dengan gaya hidup yang mudah diadaptasi. Kurangi makanan ringan olahan, tambahkan sayuran non-tepung, dan membatasi makanan karbohidrat seperti nasi, mie, roti, kentang, singkong, dan jagung. Kadang-kadang, perubahan kecil yang berkelanjutan juga membuahkan hasil yang bagus