Image

Gandeng PKK, DP2KBP2 Adakan Lomba Simulasi Anti Kekerasan Seksual Anak

Nurul DR

Dibaca 140 kali

Setiap orang pasti setuju jika dikatakan bahwa kewajiban dan tanggung jawab penyelenggaraan perlindungan anak tidak hanya di tangan orang tua. Akan tetapi keluarga, masyarakat dan pemerintah pun punya kewajiban dan bertanggung jawab terhadap hal tersebut. Salah satu bentuk sosialisasi terhadap hal tersebut adalah dengan teknik simulasi, seperti yang telah dilakukan Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Kabupaten Mojokerto yang menggandeng Tim Penggerak PKK kemarin (18/7)

Dikemas dalam bentuk Lomba Simulasi Anti Kekerasan Seksual Anak dan Perlindungan Anak,  lomba berlangsung di Pendopo Graha Majatama, dan diikuti oleh 18 pengurus  Gugus Tugas PPA Desa se-Kabupaten Mojokerto. masing-masing kelompok Gugus Tugas PPA desa terdiri dari sepuluh orang.

Ada tiga tema yang diusung untuk didiskusikan dalam simulasi, yaitu Narkoba, Pornografi dan Kekerasan seksual pada anak. Sedangkan dewan juri yang menilai lomba simulasi kemarin adalah Sriati Murwaningsih SH,MM (Dinas P2KBP2), Ani Widyastuti SH,MH (Pakar Hukum) dan Untari Musta’in, S.Pd (P2TP2A).

Setelah memberikan penilaian terhadap pembuatan progil Gugus Tugas PPA Desa, Kreatifitas beberan dan Permasalahan, Kesesuaian Pertanyaan dengan Tema yang diambil, Penampilan simulasi dan kekompakan peserta serta ketepatan waktu, tim juri memutuskan Gugus Tugas PPA Desa Kedungsari Kecamatan Kemlagi menjadi yang terbaik dalam lomba simulasi ini. Juara kedua diraih oleh Gugus Tugas PPA Desa Gayaman Kecamatan Mojoanyar dan juara ketiga disematkan kepada Gugus Tugas PPA Desa Jrambe Kecamatan Dlanggu.

Gugus Tugas PPA Desa Plososari Kecamatan Puri, Gugus Tugas PPA Desa Windurejo Kecamatan Kutorejo dan Gugus Tugas PPA Desa Mejoyo Kecamatan Bangsal ditetapkan sebagai juara harapan 1,2 dan 3.

Djoedha Hadi, Kepala Dinas P2KBP2 Kabupaten Mojokerto mengingatkan bahwa banyak Pekerjaan Rumah yang harus diselesaikan oleh Gugus Tugas PPA desa, “boleh yang mendapat juara merasa bangga dan senang, tapi jangan lupa, banyak permasalahan yang harus diselesaikan oleh Gugus Tugas PPA desa. Jangan semua permasalahan langsung diserahkan ke tingkat II, tapi semestinya diselesaikan dulu di tingkat desa, kemudian ke tingkat kecamatan dan terakhir ke tingkat kabupaten. Jadi Gugus Tugas PPA Desa benar-benar berfungsi,” jelasnya.

Sedangkan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Mojokerto, Ikfina MKP menjelaskan bahwa dengan lomba simulasi Gugus Tugas PPA dapat dijadikan evaluasi terhadap pemahaman sosialisasi Perlindungan dan Pencegahan Kekaerasan terhadap anak dan Pemenuhan Hak Anak yang selama ini gencar dilakukan. “Jangan sampai sosialisasi yang selama ini kita lakukan tidak ada manfaatnya,” imbuh istri Bupati Mustofa Kamal Pasa ini. (NR)

Link: